Senin, 06 Mei 2013

Pesawat Cessna akan Dipereteli


PANGANDARAN, (PRLM).- Pesawat latih jenis Cessna 172 SP yang tergelincir pada Jumat (3/5/2013) pagi di Bandar Udara Nusawiru, di Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran akan dipereteli. Hal itu dimaksudkan untuk keperluan penyelidikan.
“Rencananya akan dipereteli untuk diperiksa. Namun, kita belum mengetahui secara pasti kapan pesawat itu akan diangkut,” ucap Koordinator Bandar Udara Nusawiru dari Dinas Perhubungan Jawa Barat, Hendra Gunawan, ketika ditemui "PRLM", Senin (6/5/2013).
Hendra menjelaskan, hal itu dikarenakan hingga kini pihak asuransi yang belum datang untuk memeriksa kondisi pesawat latih milik Bandung Pilot Academy tersebut.
Dijelaskan dia, dari kabar terakhir yang dia dapat, rencananya bagian mesin dari pesawat tersebut akan dibawa oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi.
“Mesin akan dibawa KNKT. Sedangkan komponen lainnya setelah dipereteli akan dibawa oleh Bandung Pilot Academy ke Bandung dengan menggunakan jalur darat,” ujarnya.
Pada hari itu, dirinya mengungkapkan bahwa dari pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sudah datang. Kehadiran mereka di sana adalah untuk memeriksa kelengkapan administrasi dari pesawat tersebut.
Sebelumnya, pada Jumat (3/5/2013) KNKT sudah memeriksa kondisi pesawat tersebut. Tim yang beranggotakan Captain Chaerudin dan Sulaeman Dayan Asmana selaku investigator sudah mengantongi data-data dan dukumentasi dari pesawat tersebut.
Dari pengamatan mereka, diketahui jika kondisi pesawat mengalami kerusakan parah pada bagian depan.
Sebelumnya, pesawat latih milik Bandung Pilot Academy tergelincir ketika hendak take off di Bandar Udara Nusawiru, pada Jumat (3/5/2013) sekitar pukul 8.12 WIB. Pesawat itu diterbangkan oleh pilot yang sedang terbang solo, yaitu Rudy Herwin Cahyadi (21).
Awalnya, siswa dari Bandung Pilot Academy tersebut ketika itu, dia sedang melaksanakan latihan terbang pada pukul 8.06 WIB.
Menurut Koordinator Bandar Udara Nusawiru dari Dinas Perhubungan Jawa Barat, Hendra Gunawan pesawat itu tergelincir keluar landasan ketika hendak take off.
"Dia waktu itu hendak touch and go. Landing, terus take off. Ketika hendak take off, pesawat tergelincir ke sisi kiri landasan, dan akhirnya jungkir balik setelah melewati parit," ucapnya. (A-195/A-88)***
Sumber dari : Pikiran Rakyat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar