Rabu, 30 April 2014

Sawah Seluas 150 Ha Kebanjiran




Lebih dari 150 hektare lahan persawahan di Blok Pasawahan Cingcin, Dusun Cihideung, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran terendam banjir. Akibatnya, petani mengalami kerugian ratusan juta, dan gagal panen.
Banjir yang terjadi di sana adalah kiriman dari meluapnya aliran Sungai Citanduy. Air meluap ke sekitar 150 hektare lahan sawah dari total 420 hektare luas sawah yang ada.
Saat ini, debit air terus menerus meningkat. Awalnya, air masuk ke Sungai Citanduy, kemudian ke Sungai Ciseel lalu ke Sungai Ciraupan. Karena debit air banyak, tanggul jebol.
Salah seorang petani, Warjito (51) mengatakan bahwa banjir sudah terjadi sejak awal April, dan hingga kini belum saja surut. Akibatnya, ia mengalami kerugian jutaan rupiah.
"Kerugian yang saya alami lebih dari Rp 10 juta. Tidak hanya kerugian materi, hingga kini, lahan perasawahan pun tidak dapat digarap,” ujarnya ditemui di lokasi banjir, Selasa (29/4/2014).
Dikatakan Warjito, banjir yang melanda areal perasawahan di sana memang telah menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Besar harapan dia, ada penanggulangan dari pemerintah guna membenahi terus menerusnya meluap air sungai.
Petani lainnya yang menjadi korban adalah Tahmo Cahyono (38) petani dari Dusun Cihideung, Desa Ciganjeng. Lahan sawah milik dia yang terendam banjir adalah 1.400 meter persegi.
“Saya mengalami kerugian dari banjir ini. Kegagalan panen mencapai jutaan rupiah,” ucapnya.
Menurut Tahmo, banjir yang terjadi adalah kiriman dari hujan deras yang terjadi di Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar. Kemudian mengalir melalui Sungai Citanduy.
Dikatakan dia, saat ini ketinggian air yang menggenangi areal perasawahan mencapai lebih dari tiga meter. Tepatnya di tengah areal sawah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar