Sabtu, 12 Januari 2013

AKIBAT CUACA EKSTRIM NELAYAN PANGANDARAN SANDARKAN KAPALNYA.


Jumat, 11/01/2013 - 17:34
NURHANDOKO/"PRLM"
NURHANDOKO/"PRLM"
DERETAN perahu nelayan di dekat kawasan cagar alam Pananjung, Jumat (11/1/13). Perubahan cuaca ekstrim yang belakangan ini melanda kawasan Indonesia juga menyebabkan nelayan di kawasan Pangandaran, daerah otonom baru (DOB) Kabupaten Pangandaran tidak melaut.*
CIAMIS, (PRLM).- Cuaca ekstrem yang diikuti dengan datangnya musim angin barat menjadikan nelayan di kawasan pantai Pangandaran dan sekitarnya, daerah otonom baru (DOB) Pangandaran, memilih tidak melaut. Nelayan khawatir dengan adanya ombak besar yang belakangan ini muncul di tengah lautan. Munculnya ombak besar itu dipicu oleh kuatnya tiupan angin barat.
"Sudah lebih dari seminggu ini saya tidak melaut. Terus terang kami juga khawatir karena kondisi ombak di tengah laut kadang sangat besar, sehingga berbahaya untuk nelayan. Datangnya angin barat juga bisa menjadi tanda bakal adanya perubahan cuaca," ungkap Sukaya (53) nelayan Pangandaran, Jumat (11/1/13).
Dia mengungkapkan bahwa saat ini kondisi ombak di pantai masih lebih kecil dibandingkan dengan yang terdapat di tengah laut. Sementara itu perahu nelayan Pangandaran berukuran relatif kecil, sehingga sangat mudah terbalik serta diombang-ambingkan ombak besar.
"Kami tidak mau ambil risiko. Kami juga menyadari datangnya angin barat juga merupakan salah satu siklus tahunan, hanya saja saya kira datangnya angin lebih cepat dari perkiraan," jelasnya.
Didampingi nelayan lain, Endang, Sukaya menambahkan biasanya angin barat muncul mulai tengah hari hingga dini hari. Sedangkan kebiasaan nelayan mencari ikan di laut, berangkat malam hari. "Malam hari ada di tengah laut. Praktis sekarang nelayan lebih banyak di darat. Sepanjang hari lebih banyak untuk memperbaiki jaring atau peralatan lain," tuturnya. (A-101/A-88)***
Sumber dari : Pikiran Rakyat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar