Kamis, 24 April 2014

Pangandaran Kekurangan Kader Posyandu





Dari jumlah 2.970 kader Posyandu yang ada di wilayah Kabupaten Pangandaran, sebanyak 1.353 kader masih tidak terlatih. Sedangkan selebihnya atau 1.617 orang sudah terlatih.
Dikatakan Kepala Bidang Analisa Data Pengembangan Program, Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemerintahan Desa (BP3KB PMD dan Pemdes) Kabupaten Pangandaran Agus MH, saat ini ada 519 Posyandu. Dengan jumlah terbanyak ada di Kecamatan Padaherang.
"Di Kecamatan Padaherang ada 83 Posyandu. Diikuti Kecamatan Langkaplancar 69 Posyandu," ucapnya, Selasa (22/4/2014).
Agus mengatakan, jumlah kader tidak terlatih terbanyak ada di Kecamatan Padaherang 199 orang, dan yang terlatih sebanyak 243 orang.
Menurut Agus, kecamatan tersebut memang tidak luas, atau banyak jumlah desanya dibandingkan Langkaplancar. Namun, secara jumlah penduduk pun memang Padaherang lebih banyak.
Untuk Padaherang, saat ini jumlah penduduk dari hasil pendataan BP3APK2BMPD sebanyak 63.744 jiwa. Menurut dia, sudah sepatutnya memiliki Posyandu banyak dan ditunjang kader terlatih.
Guna membuat seluruh kader menjadi terlatih, Agus mengatakan saat ini terus dilakukan upaya. Seperti pelatihan, sosialisasi, juga pemahaman dan kesadaran.
"Pelatihan terus kita lakukan di setiap daerah. Dengan harapan, mereka memiliki keterampilan dan terlatih," ujarnya.
Selain pelatihan kader, kini dilakukan juga sosialisasi dan pembekalan pemahaman guna membentuk kesadaran ber-KB kepada masyarakat.

Rabu, 23 April 2014

TEPPA Sosialisasikan Pengelolaan Anggaran




TIM Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA), Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), melakukan sosialisasi partisipasi masyarakat dalam pengolahan anggaran, di Aula Islamic Center Kecamatan Parigi, Selasa (22/4/2014).

Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA), Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), melakukan sosialisasi partisipasi masyarakat dalam pengolahan anggaran, di Aula Islamic Center Kecamatan Parigi, Selasa (22/4/2014).
Dikatakan Oktana Yudha Sakti, selaku Asisten Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) hal tersebut adalah bagian dari percepatan penyerapan anggaran.
"Kegiatan ini adalah untuk mendorong partisipasi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, bersinergi dalam pelaksanaan anggaran belanja pemerintah pusat dan daerah," ujarnya.
Ditambahkan dia, kegiatan itu pun merupakan roadshow yang diselenggarakan di 29 kota/kabupaten di Indonesia. Terhitung sejak 4 April 2014 hingga 19 Mei 2014. 

Minggu, 20 April 2014

Curug Bojong, Niagara Versi Kecil di Pangandaran




WISATAWAN sedang berjalan di aliran Sungai Cibojong dengan latar belakang Curug Bojong, yang ada di Dusun Cihandiwung, Desa Sukahurip, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Rabu (16/4/2014). Curug Bojong diakui banyak orang sebagai Niagara versi kecil.

Ada objek wisata baru di Kabupaten Pangandaran saat ini. Banyak orang menyebut tempat tersebut adalah Niagara versi kecil.
Tempat tersebut adalah Curug Bojong, Dusun Cihandiwung, Desa Sukahurip, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran. Objek wisata itu baru resmi dibuka pada September 2013. Namun, sejak dibuka untuk umum, masih banyak orang tidak mengetahuinya.
Keindahan dari objek tersebut adalah Curug Bojong. Tebing indah itu memiliki ketinggain 30 meter, dengan lebar 35 meter. Kemudian kedalaman air pada tebingnya mencapai delapan meter. Sedangkan lebar dari aliran Sungai Cibojong tersebut empat meter.
Pengunjung yang datang ke lokasi tersebut adalah untuk beraktifitas di Curug Bojong. Mereka bisa berenang di kolam batu alami, dan juga berelaksasi di sana.
Lokasi tersebut berjarak sekitar enam kilometer dari Objek Wisata Pantai Pangandaran, atau empat kilometer dari Jalan Raya Pangandaran tepatnya dari Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran.

Sabtu, 19 April 2014

Kabupaten Pangandaran Belum Terbitkan Kartu Keluarga




Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Pangandaran belum menerbitkan kartu keluarga. Untuk sementara waktu, pemohon masih diberi surat keterangan sementara.
Dikatakan Kepala Dinas Kependudukan, dan Pencatatan Sipil, Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Pangandaran Muhlis, hal itu dikarenakan belum memiliki blangko.
“Untuk kartu keluarga, kita beri dahulu keterangan sementara. Hingga adanya blangko,” ucapnya, Senin (14/4/2014).
Muhlis menjelaskan, saat ini sedang dalam persiapan lelang untuk blangko. Kemudian, untuk pengadaan barang dan jasa sudah dilakukan.
Lebih lanjut Muhlis mengatakan, walaupun hanya kartu keterangan sementara, dihimbau kepada masyarakat untik tidak khawatir. Karena itu sifatnya sementara.
Jika telah ada blanko, maka otomatis akan segera diganti dengan kartu keluarga yang sebenarnya. Diharapkan, itu dapat segera selesai proses lelangnya.
Masih dikatakan dia, saat ini jumlah penduduk Kabupaten Pangandaran adalah 442.586 jiwa. Dengan laju pertumbuhan 0,49 persen, rata-rata kepadatan penduduk 437 jiwa per kilometer persegi.

Jumat, 18 April 2014

Jembatan di Cihandiwung Sudah Mengkhawatirkan




WARGA melintasi Jembatan Beli, di Dusun Cihandiwung, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Selasa (15/4/2014). Jembatan tersebut kondisinya mengkhawatirkan, alas kayu untuk melintas sudah berlubang dan lapuk.


Kondisi Jembatan Beli, di Dusun Cihandiwung, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, mengkhawatirkan. Alas kayu pada jembatan itu sudah berlubang.
Yustan (35) salah seorang warga setempat mengatakan, kondisi itu sudah cukup lama dan tidak ada perbaikan.
“Tidak ada perawatan. Kalaupun ada juga itu sifatnya swadaya. Padahal, jembatan itu merupakan satu-satunya akses jalan warga di sini,” ucapnya, Selasa (15/4/2014).
Yustan menjelaskan, selain digunakan oleh warga jembatan itu pun dilalui kendaraan pengangkut hasil bumi., yakni truk pengankut kayu.
Diakui dia, dengan dilalui kendaraan sepeda motor dan pejalan kaki saja itu sudah menghawatirkan. Apalagi dengan truk bermuatan berat yang setiap hari melintas jembatan tersebut.
Jembatan tersebut dibangun sekitar tahun 1990-an. Tinggi jembatan tersebut dari permukaan sungai sekitar lima meter. Dengan lebar jembatan 2,5 meter, dan panjang mencapai 40 meter.