Kamis, 20 Februari 2014

Perbaikan Jalan Pangandaran-Cijulang Tunggu Lelang




Perbaikan ruas Jalan Raya Pangandaran-Cijulang, yang saat ini kondisinya rusak parah, akan dilaksanakan pada Maret 2014. Hal tersebut karena menunggu proses lelang terlebih dahulu.
Jalan rusak tersebut ada di tiga desa di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, yakni di Desa Cibenda, Desa Ciliang, dan Desa Karangbenda.
Dikatakan Penjabat Bupati Kabupaten Pangandaran Endjang Naffandy, biaya yang dianggarkan untuk perbaikan jalan sepanjang sembilan kilometer itu sebesar Rp 44 miliar. “Pada pengerjaannya nanti yaitu dilakukan pengecoran jalan,” ucapnya, Rabu (19/2/2014).
Endjang mengaku dirinya terus berkomunikasi dan koordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen Ruas Jalan Cimerak, Pangandaran, Ciamis, batas Jawa Tengah Irwan Chandra. Dari informasi terakhir, jika pengerjaan akan dilakukan pada Maret.
Endjang berharap, perbaikan jalan dapat dilakukan secepatnya, dan sebaik mungkin. Sebab, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat, juga jalan pariwisata.
Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen Ruas Jalan Cimerak, Pangandaran, Ciamis, batas Jawa Tengah Irwan Chandra, mengatakan bahwa selain pengerjaan betonisasi, akan dilakukan pelebaran jalan.
Dari yang semula lebar jalan 5,5 meter, menjadi tujuh meter. Kemudian, drainase jalan pun akan dibenahi. Namun, pada pelaksanannya disesuaikan dengan kondisi jalannya terlebih dahulu.
Alasan dibeton atau dilakukan pernggantian struktur jalan agar tahan lama. Menurut Irwan, jika jalan di hot mix itu tidak akan tahan lama. Untuk pengerjaan perbaikan jalan direncanakn dilakukan selama delapan bulan.
Masih dikatakan Irwan, jalan yang melintasi tiga desa itu sebetulnya pada Oktober 2012 telah dilakukan survei untuk pengerjaan perbaikan ruas jalan Pangandaran-Cimerak. Diketahui, kondisinya memang rusak parah. Terutama batas cijulang-cimerak.
Ruas Cibenda waktu itu, menurut dia dapat dipelihara oleh program pemeliharaan kementrian secara rutin. Dan, itu dituangkan dalam lelajng peningkatan jalan ini sampai Cijulang sekitar 10 kilometer. Namun, pada Desember 2012 banyak kendaraan bermuatan berat melintas dan membuat jalan kian parah.
Salah seorang warga setempat yang juga Ketua Warga Peduli Jalan Rusak Cibenda, Ciliang, Karangbenda, Arif Budiman (37) berharap pengerjaan perbaikan dapat segera dilakukan.
Menurut dia, saat ini jalan tersebut sangat membahayakan pengguna jalan, dan khususnya warga setempat. “Kondisi jalan ini membuat menjadi berdebu. Dan, itu membahayakan kesehatan warga, terutama anak-anak,” ucapnya.
Dari pantauan, setiap harinya warga selalu menyiram jalan dengan air. Hal itu dimaksud agar tidak terlalu berdebu.

Selasa, 18 Februari 2014

Rakor Pengembangan Pembangunan Daerah


PENJABAT Bupati Kabupaten Pangandaran Endjang Naffandy (kanan) menjadi pembicara pada rapat koordinasi fasilitasi pengembangan pusat pertumbuhan (growth center) Kabupaten Pangandaran, yang dilaksanakan di Hotel Krisna, Jalan Pantai Barat Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Rabu (19/2/2014).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Pangandaran melakukan rapat koordinasi, yakni dalam hal pengembangan daerah.
Acara tersebut bertajuk rapat koordinasi fasilitasi pengembangan pusat pertumbuhan (growth center) Kabupaten Pangandaran, yang dilaksanakan di Hotel Krisna, Jalan Pantai Barat Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Rabu (19/2/2014).
Rapat yang digelar oleh Badan Koordinasi Pemerintahan Pembangunan (Bakorpembang) Wilayah IV Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dihadiri pula oleh Pemerintahan Jawa Barat, Badan Pengembangan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Pemerintahan Kabupaten Pangandaran, dan pemerintahan yang ada di wilayah IV Jawa Barat. Seperti Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut.
Pada acara tersebut, dibahas tentang rencana pengembangan pertumbuhan Kabupaten Pangandaran. 

Kab. Pangandaran Perlu Bantuan BPS Ciamis Untuk Akurasi Data Statistik




Pemerintahan Kabupaten Pangandaran menjalin kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis. Program itu dituangkan dalam nota kesepahaman bersama.
Pada surat kesepahaman bersama nomor 130.3/1.B-Huk.Org/2014, dan Nomor 32070.003, dijelasakan maksud dan tujuan kerja sama itu adalah dalam rangka inventarisasi, analisis, dan publikasi data statistik tentang kondisi, potensi, dan indikator pembangunan Kabupaten Pangandaran.
Dikatakan Kepala BPS Kabupaten Ciamis, Erna Tresna Prihatin, bahwa Kabupaten Pangandaran memerlukan data yang ada di BPS. Hal itu untuk menjalankan roda pemerintahan dan keperluan lainnya.
“Jadi, untuk membuat data perlu payung hukum. Jadi, dengan BPS Kabupaten Ciamis, kita bersama-sama akan melakukan kerja sama untuk kegiatan pemerintahan itu,” ucapnya, Senin (17/2/2014).
Dikatakan Erna, untuk penyelarasan data itu diakui berat. Karena sumber data dan waktu, juga konsep berbeda. Namun demikian, pengguna nantinya dapat memilih.
Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini Kabupaten Pangandaran memang belum memiliki BPS. Namun demikian, untuk sementawa waktu BPS Kabupaten Ciamis kini masih memiliki perwakilan di daerah yang baru saja memisahkan diri dari kabupaten induknya itu.
Ditambahkan dia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Ciamis pada 2012 adalah 72,14.
Sementara itu, Penjabat Bupati Kabupaten Pangandaran Endjang Naffandy mengatakan bahwa kerja sama dengan BPS Kabupaten Ciamis adalah dalam rangka akurasi data statistik.
“Selama ini, data yang ada selalu berubah dan tidak ada yang akurat. Dengan adanya kerjasama dengan BPS, kita harapkan ada akurasi data,” ucapnya.
Ditambahkan dia, saat ini Kabupaten Pangandaran memang belum memiliki BPS. Diharapkan, dalam waktu dekat akan ada kator tersendiri untuk data statistik. 

Sabtu, 15 Februari 2014

Debu Vulkanik Gunung Kelud Sampai Pangandaran, Bandara Nusawiru Tutup Sementara





Akibat debu vulkanik dari Gunung Kelud, Kediri, Jatim, aktivitas penerbangan di Bandar Udara Nusawiru, Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran dihentikan untuk sementara waktu.
Sejak pukul 7.00 WIB, Jumat (14/2/2014), dua rute penerbangan dari maskapai SusiAir dihentikan.
"Karena debu vulkanik yang sampai juga di wilayah Pangandaran, dan Bandar Udara Nusawiru, maka kami memberhentikan seluruh aktivitas penerbangan. Yakni hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan," ucap Hendra Gunawan selaku Koordinator Bandar Udara Nusawiru dari Dinas Perhubungan Jawa Barat, Jumat (14/2).
Hendra menjelaskan, maksud batas waktu yang tidak dapat ditentukan yaitu menunggu hingga situasi normal kembali.
Rute penerbangan yang dihentikan sementara waktu adalah Nusawiru tujuan Jakarta, dan Nusawiru tujuan Bandung.
"Pesawat latih dari sekolah pilot pun dilarang terbang juga," jelasnya.
Saat ini menurut Hendra jarak pandang hanya satu kilometer. Dan, itu mengganggu pandangan mata pilot. 

Selasa, 11 Februari 2014

SusiAir Buka Kembali Tiket Bandung- Pangandaran, Pangandaran Bandung





Pergi rekreasi ke objek wisata Pantai Pangandaran ? kini tak perlu repot-repot naik kendaraan roda empat yang membutuhkan waktu lama, dan bahkan sering terjebak kemacetan. Kini anda juga bisa menggunakan jasa maskapai penerbangan Susi Air, dengan menumpang pesawat, maka akan memudahkan dan mempercepat wisatawan untuk berkunjung dari Jakarta ke Pangandaran yang hanya memakan waktu satu jam saja.

Bagi anda warga Bandung yang ingin berwisata ke Pangandaran, kini juga telah di buka kembali jalur Bandung - Pangandaran, Pangandaran - Bandung, dengan naik pesawat dari bandara Husein Sastranegara Bandung menuju Bandara Nusawiru Pangandaran akan mempercepat perjalanan wisata anda.

Hanya 40 menit terbang mengangkasa di langit Priangan Timur, memang mempercepat perjalanan dan mendukung kemudahan masyarakat dalam fasilitas transportasi udara. Kenyamanan pun bisa dinikmati terbang bersama maskapai penerbangan SusiAir ini.

Rute :
Pangandaran - Bandung Pkl. 07.20 - Pkl. 08.00 bisa check in dari Pkl. 06.00
Bandung - Pangandaran Pkl. 08.20 - Pkl. 09.00 bisa check in dari Pkl. 07.00
dengan harga tiket Rp. 445.000

Senin, 10 Februari 2014

Polisi Perketat Pengamanan Perairan Pangandaran







SEKOCI yang digunakan imigran gelap asal Timur Tengah disimpan di samping kapal patroli milik Satuan Polisi Perairan Wilayah Pangandaran, di Pantai Timur Pangadaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Seni (10/2/2014). Untuk sementara waktu, sekoci akan disimpan di sana dahulu.

PARIGI, - Pascapenemuan terdamparnya sekoci diduga milik Australia yang ditumpangi 34 imigran gelap asal timur tengah, di Pantai Barat Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Rabu (5/2/2014) malam, pengamanan perairan kian diperketat.
Tidak hanya pengamanan perairan, patroli di daratan pun kian ditingkatkan. Mulai dari deteksi dini, serta patroli di daerah pesisir pantai.
Dikatakan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Martinus Sitompul, pihaknya akan terus melakukan pengamanan.
“Pengawasan yang dilakukan Polda Jabar dan jajaran Polres, khususnya yangg memiliki wilayah pesisir pantai selatan yaitu terus menjalin komunikasi dengan warga pantai guna mendapatkan info tentang keberadaan imigran gelap,” ucapnya, Senin (10/2/2014).
Martinus mengatakan, langkah berikutnya adalah mengingatkan warga pesisir pantai agar tidak memberikan tumpangan kapal penginapan. Bahkan membantu membawa imigran gelap ke tengah laut. Hal berikutnya yang dilakukan adalah melakukan patroli bersama.
Sebelumnya, sebanyak 34 imigran gelap asal timur tengah,ditemukan terdampar di Pantai Barat Pangadaran, atau tepatnya di seberang Hotel Malabar, pada Rabu (5/2/2014) sekitar pukul 20.30 WIB.
Sekoci yang digunakan imigran tersebut sama dengan yang ditemukan di perairan Sukabumi, beberapa waktu lalu. Yaitu yang sebelumnya dari Pulau Christmas Australia.
Mereka yang diamankan adalah sebanyak 21 orang dari Iran, dua di antaranya masih balita berusia 1,5 tahun dan satu orang berusia empat tahun. Kemudian dari Bangladesh lima orang, Nepal enam orang, dan Pakistan dua orang.
Dari pengakuan imigran gelap, mereka tiba di Pulau Christmas pada 28 Januari 2014 menggunakan kapal kayu yang kemudian disergap petugas Australia. Selama delapan hari, mereka berada di sana.
Lalu pada Rabu (5/2/2014) pagi, mereka diusir dari sana dan diberi sekoci mewah itu. Pada saat diusir, mereka dikawal dengan kapal Australia, kapal induk, dan perahu karet yang ditumpangi petugas hingga laut lepas. Setelah dilepas, mereka akhirnya mengarah ke Cilacap, hingga akhirnya terdampar di Pangandaran.
Hingga kini, sekoci tersebut masih terparkir di Pantai Timur Pangandaran, tepatnya di samping kapal patroli Satuan Polisi Air Wilayah Pangandaran. Polisi pun melakukan penjagaan terhadap sekoci itu.