Jumat, 22 Januari 2016

PERGURUAN TINGGI NEGERI DIPERLUKAN WARGA PANGANDARAN


Terbentuknya Kabupaten Pangandaran menjadi Daerah Otonom Baru (DOB), tentunya perlu dipikirkan strategi untuk membangun wilayah itu menjadi daerah mandiri. Selain menggenjot potensi parawisata yang menjadi andalan di wilayah itu, juga perlu dipikirkan mendirikan Perguruan Tinggi Negeri untuk mendorong kemajuan SDM (Sumber Daya Manusia) di pesisir selatan Jawa Barat itu.
Ketua Komisi II DPR RI, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, mengatakan, penggalian pontensi parawisata di Pangandaran perlu didukung dengan berdirinya sebuah Perguruan Tinggi Negeri di daerah itu. Perguruan Tinggi yang dimaksud, yakni berbentuk Politeknik yang mengambil jurusan Parawisata dan Kemaritiman atau Kelautan.
"Dalam menggali sebuah potensi daerah juga perlu didukung oleh SDM yang mumpuni. Se-kaya apapun sebuah daerah, tp tidak didukung oleh SDM masyarakat-nya yang mumpuni, tentunya sulit untuk daerah itu cepat maju," ujarnya, kepada HR, di Pangandaran, beberapa waktu lalu.
Menurut Agun, di daerah Jawa Barat, Perguruan Tinggi Negeri hampir seluruhnya terpusat di Bandung sebagai Ibukota Provinsi. Jika seluruh PTN seluruhnya harus di Bandung, tentunya akan menghambat kemajuan SDM di daerah lain di Jawa Barat. "Tentunya perlu terobosan baru. Misalnya, di daerah Pantura Jawa Barat dan di pesisir pantai selatan Jawa Barat, harus berdiri PTN. Dan pendirian PTN tidak harus selalu di Bandung," tegasnya.
Apabila pendirian PTN dilakukan di Pangandaran, lanjut Agun, dia yakin pontensi parawisata dan kemaritiman di Pangandaran akan lebih tergali. "Dengan hadirnya Politeknik ini di Pangandaran, selain akan berpengaruh terhadap penggalian potensi, juga akan menghidupkan kota Pangandaran sendiri. Karena akan banyak dari daerah lain yang kuliah ke Pangandaran," ujarnya.
Agun juga mengungkapkan, dia sebagai wakil rakyat dari Dapil Ciamis, akan mengusulkan ke pemerintah pusat agar daerah-daerah DOB baru, salah satunya Pangandaran, untuk diperhatikan dari sisi anggaran guna percepatan pembangunan di daerah itu.
"Kita juga akan mengusulkan soal pendirian PTN di Pangandaran ini ke pemerintah. Karena setelah Kabupaten Pangandaran ini terbentuk, ke depannya harus menjadi daerah yang mandiri dan bisa sejajar dengan daerah lain," ujarnya.
Menurut Agun, faktor potensi SDA (Sumber Daya Alam) yang dimiliki Pangandaran sedikitnya menjadi modal untuk menciptakan dearah maju. "Yang perlu dipikirkan, tinggal bagaimana menggali pontensi tersebut," pungkasnya.  

SUMBER:http//:harianrakyat.com


Senin, 11 Januari 2016

PRA-PON

   Pra-PON Pacuan Kuda Diikuti 12 Provinsi

  

 Sebanyak 12 provinsi dipastikan ikut pada babak kualifikasi cabang olahraga berkuda PON XIX/2016 nomor pacuan yang akan digelar di Gelanggang Pantai Indah Legok Jawa, Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu – Minggu.
“Peserta tidak ada perubahan, 12 provinsi hadir untuk babak kualifikasi cabang pacuan kuda,” kata Ketua Umum Pengda Pordasi Jabar Agus Welianto di Bandung, Kamis (7/1/2016).
Pelaksanaan babak kualifikasi pacuan kuda sempat tertunda dari rencana semula 28-29 Desember 2015 karena sarana prasarana yang belum siap serta akomodasi hotel yang penuh karena berbarengan dengan momen Libur Tahun Baru 2016.
Perhelatan babak kualifikasi pacuan kuda yang kembali dipertandingkan sebagai nomor pertandingan resmi PON XIX/2016 itu akan mempertandingkan lima nomor lomba yakni kelas yaitu A terbuka, A sprint, C, D1, D2 dN juga kelas E.
Selain itu juga dipertandingkan kelas eksibisi yakni kelas B, D jauh, C jauh dan kelas F.
Babak kualifikasi merupakan ajang wajib bagi peserta sebagai syarat untuk bisa berlaga pada babak utama PON XIX/2016, bulan September 2016.
“Trek pacuannya sudah rampung dan layak untuk pacuan, sarana tribun dan pendukungnya memang belum rampung, namun kami pastikan selesai,” kata Agus.
Sementara itu Kontingen Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah kuda terbanyak yakni sebanyak 35 kuda pacuan. Disusul kemudian oleh DKI Jakarta yang mendaftarkan 30 kuda pacuannya.
“Kamis ini sebanyak 10 kuda DKI sudah tiba di Pangandaran, juga dari beberapa daerah lainnya, termasuk Jabar sudah jauh hari berada di sana,” katanya.
Sama halnya juga Jawa Timur dan Jawa Tengah juga dipastikan akan membuat persaingan kian ketat serta dari tujuh kontingen provinsi lainnya.
Terkait sarana pertandingan, kata Agus pihaknya terus melakukan koordinasi dengan PP Pordasi.
“Yang disoroti PP Pordasi saat itu mengenai kelayakan lapangan pacu karena yang main bukan atlet semata tapi juga kuda. Bila masih lalu lalang alat berat tidak bisa dilaksanakan. Dan kami pastikan tidak ada pengerjaan saat babak kualifikasi berlangsung,” kata Agus.
Sementara itu Ketua Pengda Perbasi Jabar Karina Sadhak menyebutkan, Kontingen Jabar mendaftarkan 35 kuda pacuannya termasuk joki-joki andalannya.
“Sebanyak sepuluh kuda pacuan sudah dipastikan lolos ke PON XIX/2016 karena mendapat wild card sebagai tuan rumah,” kata Karina.
Tuan rumah Jabar mendapat jatah dua kuda pacuan untuk setiap nomor pertandingannya. Namun demikian Jabar akan tetap fight pada babak kualifikasi yang menjadi salah satu tolok ukur hasil Pelatda.


KOMPETISI BERKUDA PON XIX/2016 DI JAWA BARAT



Babak Kualifikasi Pacuan Kuda PON 2016 Digelar Desember di Pangandaran

Yeyen Rusyana Diyan (kedua dari kiri) bersama Sekjen Equestrian Indonesia, Dewi Anggraeni, Bendahara Eqina, Shandi Sadino dan Kabid Binpres Eqina, Bibit Sucipto 

Kompetisi berkuda PON XIX/2016 di Jabar menyediakan 15 medali emas dari equestrian dan pacuan. Equestrian dilombakan di Detasemen Kavaleri Kuda (Denkavkud) TNI-AD, Parongpong,  memperebutkan 10 medali emas. Pacuan, dengan lima medali emas, dipentaskan di Gelanggang Pacuan Pantai Legok Jawa, kecamatan Cimerak. Kabupaten Pangandaran.                    
Yeyen Rusyana Diyan, ketua panitia pelaksana kompetisi berkuda PON XIX/2016, Rabu (28/10) petang mempresentasikan rencana equestrian dan pacuan pada PON XIX/2016 ini, didepan peserta Munas Pordasi XII/2015 di The Alana Hotel & Convention Center, Solo, Jateng.     
Pada kesempatan ini Yeyen lebih banyak mengurai kompetisi pacuan. Saat ini, pembangunan gelanggang pacuan kuda pantai Legok Jawa sudah mencapai 60 persen. Lapangan pasir, dengan panjang 1200 meter dan lebar 16 meter.                                           
Lima nomor pacuan yang akan dipertandingkan adalah, kelas terbuka 2200 meter; kelas A 'sprint' 1300 meter; kelas C-1600 meter; kelas D-1400 meter; dan kelas E-1200 meter.     
Dalam peraturan umum disebutkan, di PON XIX/2016 setiap kelasnya hanya melibatkan masing-masing 12 kuda. Ke-12 tersebut adalah yang lolos dari babak kualifikasi yang diselenggarakan Desember mendatang di Pangandaran.  
Dari 14 pengprov peserta Munas XII Pordasi ini, hanya wakil pengprov NTT yang keberatan. Jerry Manafe, anggota DPRD NTT, mengusulkan agar babak kualifikasi pacuan kuda PON XIX ini dilaksanakan di beberapa daerah.
Ia juga menyatakan, panitia pelaksana pacuan kuda PON XIX seyogyanya bisa bersikap lebih bijaksana agar kompetisi pacuan PON XIX itu dapat melibatkan kuda-kuda dari banyak daerah.                            
Menanggapi usulan tersebut, Yeyen Rusyana Diyan menyatakan, babak kualifikasi ini sudah merupakan jalan terbaik untuk memperoleh kuda-kuda finalis terbaik yang akan bertanding bulan September 2016 mendatang.          
Yeyen juga menyebutkan, peserta Munas seyogyanya juga mempertimbangkan kerja keras KONI dan Pengprov Pordasi Jabar yang telah memperjuangkan disiplin olahraga pacuan kuda ini untuk pertama kalinya dapat dipertandingkan secara resmi di PON XIX/2016.
Pacuan sebelumnya pernah menjadi cabor eksebisi pada 1980-an. Cabor berkuda semestinya dipertandingkan pada PON XVIII tahun 2010 di Riau, tetapi ketua KONI Pusat saat itu, Rita Subowo, memutuskan tetap tidak dipertandingkan. "Kami terus berjuang sehingga pacuan akhirnya bisa resmi dipertandingkan di PON XIX ini," papar Yeyen Rusyana Diyan.


PERSIAPAN PON 2016



80 kandang disiapkan di arena pacuan kuda PON 2016

Arena pacuan kuda untuk PON 2016 di Desa Legok Jawa, Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran Jabar, ditargetkan rampung pada akhir tahun 2015 dengan disiapkan 80 kandang. "Kami targetkan empat bulan ke depan beres. Tapi kemungkinan paling lambat bulan Desember, semuanya sudah rampung," kata Sekum Pengda Pordasi Jabar, Jejen Rusyana Diyan di Bandung, Menurut dia, Pordasi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, agar pembangunan venue pacuan kuda rampung tepat waktu. Kini sudah disiapkan anggaran hampir Rp7 miliar untuk perbaikan dan peningkatan kualitas venue pacuan kuda ini.

Perkembangan terkini sudah dibangun sekitar 80 kandang kuda yang disiapkan bagi para kontestan dari provinsi yang akan turun di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX  Jabar itu.

Rencananya pacuan kuda ini, akan diikuti sekitar 12 provinsi antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Sumatra Selatan. Bahkan rencananya, babak kualifikasi (BK) PON XIX 2016 Jawa Barat, digelar di tempat itu.

Jejen menjelaskan, venue pacuan kuda ini mempunyai luas sekitar 10 hektar. Nantinya akan dibangun tribun penonton dan perbaikan kandang kuda yang saat ini sudah berdiri.

"Dengan luas seperti itu, sudah ideal untuk menggelar event nasional bahkan internasional," katanya.

Lokasi pacuan kuda PON XIX/2016 di Legok Jawa berjadak 34KM dari Pangandaran yang ditempuh kurang lebih 45 menit.

"Sebaiknya pemerintah perlu memikirkan akses jalan ideal, seperti diaktifkan kembali penerbangan di Pangandaran dan jalur kereta api menuju Pangandaran," katanya.

"Kalau kuda-kuda peserta, bisa menggunakan truk. Sedangkan penerbangan ke Bandara Nusawiru bisa dioptimalkan pada saat PON nanti," kata Jejen menambahkan.


DIGUNAKAN PON 2016




 

Lapangan Pacuan Kuda Desa Legokjawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran Akan Dibenahi

Untuk menunjang penyelenggaraan Pekan Olah Raga (PON) XIX pada tahun 2016 mendatang, Lapangan Pacuan Kuda yang ada di Dusun Legok, Desa Legok Jawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, akan ditingkatkan dan dibenahi fasilitasnya. Seperti diketahui, Jawa Barat akan menjadi tuan rumah pesta olah raga tersebut. Dan, Lapangan Pacuan Kuda Legok Jawa, akan dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan cabang olah raga pacuan kuda.
Dikatakan Plt Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Pangandaran Hendar Suhendar, untuk pembenahan lapangan pacuan kuda tersebut, telah disiapkan dana yang cukup besar. Dan, itu diperuntukan untuk pembangunan sarana dan prasarana juga pembenahan.
“Anggaran awal sebesar Rp 7 miliar, dan kini menjadi sekitar Rp 1,4 miliar. Dana bantuan dari Provinsi Jawa Barat itu akan digunakan untuk pembangunan dan pembenahan fasilitas lapangan pacuan kuda,” ujarnya.
Hendar menjelaskan, dengan akan dilaksanakannya cabang olah raga pacuan kuda di Kabupaten Pangandaran itu menjadi keuntungan besar. Sebab, dapat menjadi salah satu media promosi daerah serta wisata yang ada.
Selain itu, pembangunan lapangan pacuan kuda di sana pun dapat segera terealisasi. Sebab, belakangan ini, tempat tersebut sempat tidak terawatt. “Untuk sisa pembangunan, dananya akan dilanjutkan pada tahun 2015 mendatang. Harapannya, sebelum 2016 sudah dapat selesai,” ujarnya.
Seperti diketahui, lapangan pacuan kuda yang berada di Dusun Legok, Desa Legok Jawa, itu memang sudah diwacanakan sejak jauh hari menjadi tempat pacuan kuda bertaraf internasional.
“Lapangan pacuan kuda itu mumpuni. Dan berada tepat di depan Pantai Legok Jawa,” jelasya.
Hendar mengatakan, pacuan kuda di Legok Jawa tersebut berbeda dengan yang lain. Sebab, berada tepat di tepi pantai. Atau hanya berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.
“Jelas ini menjadi daya tarik dan keunikan dengan pacuan kuda lainnya yang ada. Selain lahannya luas dan bagus, kita dapat menikmati keindahan alam dan panorama pantai yang ada di sini,” ucapnya.
Untuk menuju tempat pacuan kuda, dari Jalan Raya Cimerak sekitar 10 kilometer. Dan, jalannya sebagian dalam kondisi rusak.


PACUAN KUDA DI DESA LEGOKJAWA DIUSULKAN MENYELENGGARAKAN BERTARAF INTERNASIONAL







SEEKOR kuda sedang berada di dalam istal di Pacuan Kuda Legok Jawa, Dusun Legok, Desa Legok Jawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Pacuan kuda yang ada di depan Pantai Legok Jawa tersebut kini diusulkan untuk dapat menggelar kejuaraan tingkat internasional, dan dikembangkan menjadi objek wisata.

Lapangan pacuan kuda yang berada di Dusun Legok, Desa Legok Jawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, akan ditingkatkan. Lapangan itu nantinya menjadi pacuan kuda bertaraf internasional.

Camat Cimerak, Tedi Garnida mengungkapkan bahwa keinginan itu sangat berasalan. Sebab, lahan yang ada cukup memadai. “Lapangan pacuan kuda ini akan dijadikan menjadi taraf internasional. Kini, pacuan kuda ini sudah bertaraf nasional,” jelasnya.

Tedi mengatakan, pacuan kuda di Legok Jawa tersebut berbeda dengan yang lain. Sebab, berada tepat di tepi pantai. Atau hanya berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.