Selasa, 09 Juni 2015

CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI PANGANDARAN




Dr. Drs. Endjang Naffandy, M.Si


Meski sudah menyatakan akan ikut bertarung di Pilkada Pangandaran, namun Dr. Drs. Endjang Naffandy, M.Si, hingga saat ini belum menentukan siapa calon wakil bupati yang akan menjadi pendampingnya. Kondisi Endjang ini tampaknya berbeda dengan bakal calon lainnya yang sudah dari sejak awal mendeklarasikan bersama pasangannya.
Saat ditemui, mantan Penjabat Bupati Pangandaran ini mengaku masih memilih orang yang layak dijadikan calon pendampingnya. Namun, dia mengatakan, dirinya akan memilih calon wakil bupati yang sudah dikenal luas di masyarakat Pangandaran.
“Saya belum punya calon wakil bupati, karena masih pilih kelir acak corak dulu. Namun yang pasti, saya akan pilih ‘janda kembang’ atau bakal calon yang saat ini sudah digadang-gadang berpasangan, tapi nanti diakhir (pendaftaran calon) berpisah,” katanya sedikit berseloroh.
Menurut Endjang, saat ini seluruh bakal calon masih memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan rekomendasi partai. Karena belum ada satu pun partai yang menurunkan rekomendasi. “Jadi, meski sudah banyak calon mendeklarasikan berpasangan, tetapi belum tentu juga kan nanti diakhir. Makanya, saya tunggu saja ‘janda kembang’, siapa tahu cocok,” ujarnya semberi tersenyum.
Meski demikan, lanjut Endjang, dirinya sudah mempersiapkan diri untuk ikut berlaga di Pilkada Pangandaran, termasuk tengah mempersiapkan pengunduran dirinya dari statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). “ Kalau semuanya sudah pasti, baru pengunduran diri PNS saya akan ditempuh,” katanya.
Dari informasi yang dihimpun, Endjang dikabarkan sudah mendaftar di penjaringan calon bupati Partai Gerindra. Sementara partai yang dipimpin Prabowo Subianto ini dikabarkan tengah menjalin komunikasi dengan PAN untuk membahas kemungkinkan koalisi di Pilkada Pangandaran.
Dengan begitu, kini muncul spekulasi bahwa Endjang tengah menunggu pasangan Balon Bupati-Wakil Bupati Ahman Irfan Alawi- Ino Darsono, ‘bercerai’. Kemudian salah satunya, baik Irfan atau Ino, akan diajak menjadi pendampingnya.





Sabtu, 06 Juni 2015

Endjang dan Safrudin Lepas Status PNS, untuk Maju di Pilkada Pangandaran

Safrudin HN, S.Pd.,MM & DR. H. Endjang N, Drs.,M.Si




Penjabat Bupati Pangandaran, Drs. Daud Achmad, menyatakan bahwa setiap orang memiliki hak politik, termasuk mencalonkan diri menjadi calon Bupati Pangandaran. Terkait dua orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diketahui bakal meramaikan bursa calon Bupati, Daud memintanya agar terlebih dahulu mengundurkan diri dari PNS.

Daud menuturkan, bagi PNS yang ingin turut serta dalam perhelatan politik Pilkada, atau mencalonkan diri jadi Bupati, maka harus menaati aturan, yaitu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai PNS.
Seperti diketahui, dua orang PNS yang kini digadang-gadang bakal mencalonkan diri dalam perhelatan Pilkada Pangandaran adalah DR. Drs. H. Endjang Naffandy, M.Si, mantan Penjabat Bupati Pangandaran, dan Safrudin HN, S..Pd.,MM., yang kini menjabat sebagai Ketua PGRI Kabupaten Pangandaran.
“Sah-sah saja mereka (PNS) mencalonkan diri menjadi Bupati Pangandaran selama prosedur dan persyaratan serta peraturan mengenai pencalonannya ditempuh,” katanya.
Di tempat terpisah, Ketua PGRI Pangandaran, Safrudin HN, S.Pd.,MM, mengakui kesiapannya, maju dalam Pilkada Pangandaran. Untuk menunjukkan keseriusannya, dia juga mengaku siap menanggalkan status PNS-nya.
“Kalau sudah pasti perahu atau partai politik yang bakal mengusung, saya pasti mundur dari PNS,” pungkasnya. 
 
 

Jumat, 05 Juni 2015

PENDAFTARAN CALON BUPATI-WAKIL BUPATI PANGANDARAN




Jelang pembukaan pendaftaran calon Bupati-Wakil Bupati Pangandaran di KPUD yang waktunya sudah semakin dekat dan rencananya akan dibuka pada pertengahan Juli mendatang, membuat sejumlah bakal calon (Balon) bupati kini mulai sibuk bermanuver untuk mendapatkan rekomendasi parpol (partai politik). Rekomendasi parpol itu merupakan syarat mutlak atau sebagai ‘tiket masuk’ untuk ikut berlaga di perhelatan Pilkada.

Hampir di setiap parpol, gesekan politik antar balon bupati sudah mulai terasa dan kian sengit. Seperti di PDIP, H. Jeje Wiradinata tengah berebut rekomendasi dengan Azizah Talita Dewi. Begitu pun di Partai Golkar, H. Adang Hadari kini mulai mendapat hadangan dari dr. Erwin MT dalam perebutan rekomendasi di partai berlambang pohon beringin tersebut.

Di PAN pun tak kalah menarik. Ibarat gadis cantik, PAN kini menjadi satu-satunya parpol di Pilkada Pangandaran yang paling banyak diminati balon bupati. Selain Ketua DPD PAN Pangadaran, H. Ino Darsono, 4 balon bupati lainnya pun dikabarkan sudah mendaftarkan diri dalam penjaringan calon di internal partai berlambang matahari terbit itu. 4 balon bupati tersebut, yakni Endjang Naffandy, Saprudin Halip, H. Supratman, B.Sc dan Dede Hardiman.

Setelah tidak mendapat rekomendasi dari DPD PDIP Jabar, Azizah Talita Dewi mencoba protes ke DPP PDIP. Azizah menganggap rekomendasi DPD PDIP Jabar yang hanya merekomendasikan nama Jeje Wiradinata sebagai bakal calon bupati tunggal ke DPP PDIP, dianggap menyalahi aturan dan mekanisme dalam penjaringan calon kepala daerah di internal PDIP.

Upaya Azizah itu ternyata berhasil. DPP PDIP akhirnya meminta DPD PDIP Jabar untuk merekomendasikan dua nama. Nama Azizah yang sebelumnya dicoret, kini muncul kembali dan berhak mengikuti penjaringan balon bupati Pangandaran di DPP PDIP. Akhirnya, Jeje dan Azizah mengikuti test uji kelayakan di DPP PDIP Jakarta yang digelar pada akhir bulan April lalu.

Seperti diberitakan HR Online sebelumnya, Ketua Tim Lobi Pemenangan Pasangan Bakal Calon Bupati- Wakil Bupati Pangandaran, Azizah Talita Dewi- dr. Erwin MT, Fauzan M. Rachman, SE, menegaskan, DPD PDIP Jabar yang sebelumnya sudah merekomendasi satu nama Bakal Calon Bupati Pangandaran ke pengurus DPP PDIP, ternyata tidak sesuai dengan aturan dan mekanisme dalam penjaringan calon kepala daerah di internal PDIP.

Seharusnya, kata Fuzan, DPD PDIP Jabar merekomendasikan 2 nama bakal calon yang nantinya akan dilakukan uji kelayakan oleh pengurus DPP PDIP.

“Setelah rekomendasi DPD PDIP Jabar menyalahi aturan dan mekanisme partai, kemudian nama Azizah muncul kembali dalam bursa penjaringan calon Bupati Pangandaran di internal PDIP,” katanya, saat menggelar konferensi pers usai pendeklarasian pasangan Azizah- dr. Erwin, di posko Azizah Center, di Pangandaran, Minggu (26/04/2015).

Fauzan mengaku dirinya sudah bertemu dengan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto. Dalam pertemuan tersebut, kata dia, Hasto menyampaikan bahwa DPD PDIP Provinsi harus merekomendasikan lebih dari satu nama bakal calon ke DPP PDIP. “2 nama yang direkomendasikan itu, nantinya akan diseleksi melalui test uji kelayakan oleh DPP PDIP,” imbuhnya.
Setelah mendapat informasi tersebut, terang Fauzan, kemudian Azizah mendapat surat undangan dari DPP PDIP untuk ikut menjadi salah satu peserta tes uji kelayakan yang rencananya akan digelar pada tanggal 27 April – 01 Mei 2015. “Setelah itu, DPP PDIP baru mengeluarkan rekomendasi untuk menentukan siapa yang layak diusung di Pilkada Pangandaran,” ujarnya. (sumber : koran-HR)