Senin, 07 April 2014

Sarman Hilang Terseret Ombak Muara Ciputra Pinggan Saat Menebar Jaring




PETUGAS dari Satuan Polisi Perairan Wilayah Pangandaran sedang mencari korban tenggelam.


Sarman (42) hanyut tenggelam setelah terbawa arus di perairan Muara Ciputra Pinggan, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Senin (7/4/2014). Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan.
Sarmin (41) adik korban mengatakan, awal kejadian ketika Sarman bersama tiga orang temannya Saryadi (37), Nanang (35), dan Peang (35) menebar jaring parel ered di muara sekitar pukul 10.00 WIB. Ketika itu, mereka berjalan dari muara sejauh 500 meter menyusuri air menebar parel.
"Mereka mulai menebar parel di muara kemudian berjalan di air. Sekitar pukul 11.00 WIB, mereka terseret arus setelah terhantam ombak di perairan Tagog Bojong Karekes," ucapnya.
Menurut dia, Sarman yang tinggal di Dusun Kamuran RT 4 RW 10, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran tidak selamat dan terseret arus. Sedangkan tiga orang lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Jumat, 04 April 2014

WARGA DIMINTA JAUHI PANTAI





Pangandaran Kamis-03 April 2014, Peristiwa tusnami di Chili berpotensi menimbulkan trsunami di 19 provinsi dan 115 kabupaten / kota di seluruh indonesia jawa barat termasuk Kabupaten Pangandaran yang informasi tersebut berdasarkan Fax dari BNPB Posko Sumber yang berasal dari sistem peringatan dini Tsunami Indonesia (Ina-TEWS)BMKG.


Fax tersebut diterima oleh Dinas Kesbangpolinmas sekitar pukul 17.00 WIB kemarin, Kesbang polinmas PB kabupaten Pangandaran atas informasi disebarkan ke 6 Kecamatan yang di kabupaten pangandaran yaitu Kecamatan Cimerak, Cijulang, Parigi, Sidamulih, Pangandaran dan kalipucang.


Dikatakannya informasi tersebut diharapkan kepada Pemerintahan desa agar warga sekitar yang berada di pesisir pantai agar waspada untuk mengungsi ketika terjadi Tsunami dan menjaga kesiapsiagaan, namun diharapkan tidak panik.

Pangandaran Terima Bantuan Motor dari Pemprov




GUBERNUR Jawa Barat Ahmad Heryawan menyerahkan helm dan kunci sepeda motor kepada Camat Cijulang Sunendar Surya di wilayah Kabupaten Pangandaran, di Stasiun Terminal Agro (STA), Kecamatan Parigi, Jumat (4/4/2014). Sebanyak 10 kendaraan bantuan Pemprov Jabar itu untuk Kepala Seksi Ketentraman Ketertiban.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran mendapatkan 10 unit sepeda motor jenis matik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Bantuan nantinya akan digunakan untuk Kepala Seksi Ketentraman Ketertiban di seluruh kecamatan yang ada.
Penyerahan pun secara simbolis diberikan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kepada 10 camat yang ada di Kabupaten Pangandaran. Acara itu dilakukan di Stasiun Terminal Agro (STA) Parigi, Kecamatan Parigi, Jumat (4/4/2014).
“Sepeda motor bantuan ini untuk Kasie Trantib yang ada di setiap kecamatan. Dan, itu digunakan untuk melayani masyrakat,” jelasnya.
Lebih lanjut Heryawan mengatakan bahwa kendaraan itu pun diberikan kepada seluruh Kasie Trantib yang ada di Jawa Barat.

Kamis, 03 April 2014

Pangandaran Miliki Enam Desa Mandiri Pangan




PENJABAT Bupati Kabupaten Pangandaran Endjang Naffandy (kedua kiri) sedang memberikan sambutan pada acara Advokasi Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat tahun 2014, di Aula Hotel Pantai Indah, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran


Kondisi kelembagaan ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Pangandaran lumbung pangan berjumlah 47 kelompok dengan jumlah bantuan pemerintah hingga kini sebesar Rp 730 juta. Lalu Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) berjumlah tiga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan jumlah bantuan pemerintah hingga kini Rp 600 juta.
Hal tersebut dikatakan Penjabat Bupati Kabupaten Pangandaran Endjang Naffandy, pada acara Advokasi Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat tahun 2014, di Aula Hotel Pantai Indah, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Kamis (20/3/2014).
“Selain itu, Desa Mandiri Pangan (Demapan) yang ada di Kabupaten Pangandaran berjumlah enam desa dengan bantuan pemerintah hingga kini Rp 600 juta,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Kehutanan Kabupaten Pangandaran Adi Nugraha, mengatakan tujuan dari kegiatan itu adalah untuk pemantapan, dan koordinasi pangan yang mantap. Adapun program atau kegiatan prioritas dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Pangandaran tahun 2014 adalah, pengembangan lumbung pangan desa, pengembangan distribusi pangan. 

Terkait Adanya Isu Tsunami Warga Kab. Pangandaran Mengungsi di Zona Aman




WARGA berkumpul di zona aman tsunami di Masjid Besar Al Baroqah bunderan Pangandaran. Karena mendengar akan adanya isu tsunami.

Lebih dari 100 warga Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, mengungsi di zona aman evakuasi tsunami di Masjid Besar Al Istiqomah bundaran Pangandaran.
Kejadian itu, dilakukan masyarakat sejak pukul 5.00 WIB, Kamis (3/4/2014). Hal itu dikarenakan dengan adanya isu tsunami.
Dikatakan Camat Pangandaran Suryanto, masyarakat yang berhamburan meninggalkan rumahnya karena mendengar adanya isu akan ada tsunami.
"Mereka kebanyakan panik dan mendengar akan adanya isu tsunami. Dengan demikian, mereka berhamburan meninggalkan rumah dan ke lokasi zona aman. Namun, sampai saat ini kondisi tetap aman dan kondusif," ucapnya.
Suryanto menegaskan, walau demikian agar masyarakat tetap waspada, dan jangan panik. Kalaupun akan mengungsi untuk tetap hati-hati.
Kemudian kepada seluruh pejabat kecamatan dan desa telah diharapkan harus siaga.
"Untuk hari ini, absen tidak berlaku. Jadi, jika tidak sekolah tidak apa-apa," ucapnya.
Sebelumnya pada laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa bumi besar berskala 8 skala richter (SR) pada kedalaman 10 kilometer (km) di Pantai Utara Cile atau 240 Barat laut Bombay India pada Rabu (2/4) pukul 06.46 WIB akan berdampak tsunami pada sejumlah pantai di Indonesia.
Peringatan dikeluarkan berdasarkan analisis penjalaran tsunami.
"BMKG telah menyampaikan peringatan dini tsunami tersebut kepada Posko BNPB," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (2/4).
Indonesia Tsunami Early Warning Center (InaTEWS) BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami yang akan melanda beberapa wilayah di Indonesia. Ada 115 lokasi di kabupaten/kota dari 19 provinsi di Indonesia yang berpotensi terjadi tsunami.
Sutopo menjelaskan, tinggi potensi tsunami diperkirakan 0 – 0,5 meter. Sedangkan waktu kedatangan tsunami pada Kamis (3/4) pukul 05.11 WIB hingga 19.44 WIB.
Dia juga mengungkapkan, status peringatan adalah WASPADA. Artinya Pemda Provinsi/Kabupaten/Kota yang berada pada status WASPADA diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai di sekitar pantai.
"Waktu tiba gelombang dapat berbeda. Gelombang yang pertama bisa saja bukan yang terbesar," kata Sutopo.
Daerah di pesisir di Provinsi Papua seperti Kota Jayapura, Jayapura, Sarmi, Waropen, Biak Numfor, dan Supiori diperkirakan akan berpotensi terjadi tsunami pada pukul 05.11 hingga 05.51 WIB.
Demikian pula daerah lain seperti di Malut, Maluku, Papua Barat, Banten, Jatim, DIY, Jateng, Jabar, Lampung, NTB, NTT, Bali, Sulawesi dan Kaltim juga berpotensi tsunami dengan tinggi 0 – 0,5 meter dengan waktu bervariasi.
"Daerah-daerah yang berpotensi terkena tsunami dapat di akses di www.bnpb.go.id," kata Sutopo.
Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah memerintahkan agar peringatan dini tersebut disampaikan kepada masyarakat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). "Masyarakat diimbau tetap tenang dan selalu waspada," kata dia.